Wifi bisa via Infrared di masa depan

0
19

Seorang mahasiswa phd di belanda bernama Joanne Oh membentuk terobosan teknologi wifi terbaru, yg mana koneksinya akan memakai sinar infrared (inframerah). Dengan menggunakan infrared, koneksi wifi dianggap dapat berjalan lebih cepat daripada yang umumnya.

Dikutip dari engadget, Senin (20/03), wifi buatan mahasiswa eindhoven university of technology tadi mampu berjalan pada kecepatan 40 gigabita per dtk dalam cakupan sinar infrared. Bahkan, wifi berbasis infrared ini pula mampu digunakan sejumlah perangkat berat, mirip laptop serta personal komputer .

Tim pengembang teknologi wifi berbasis infrared telah menguji kecepatan unduh serta unggah. Hasilnya cukup menakjubkan. Namun, uji coba masih dilakukan pada jarak dekat.

Sayangnya, pengembangan teknologi tadi masih mempunyai sejumlah masalah. Salah satunya adalah kendala sinar infrared yang tidak mampu menembus dinding mirip sinyal wifi biasa. Jadi, wajib  ada perangkat antena di setiap ruangan buat mampu menghubungkan sinar infrared yg terpancar.

Penemuan wifi berbasis infrared bukanlah yg pertama pada teknologi. Sebelumnya, terdapat pula teknologi wifi berbasis lampu yang dianggap LiFi.

LiFi merupakan teknologi nirkabel yang konon akan menjadi cara lain  selain wifi. Teknologi ini tengah diuji untuk mengirim data. Bedanya, Bila wifi berbasis infrared bisa berjalan dalam kecepatan 40 gigabita per dtk, lifi hanya mampu 16 gigabita (maksimal ) per detik.

Lifi diprediksi akan menjadi perangkat rumahan yang ramah lingkungan dan  efisien. Selain berfungsi menjadi bohlam lampu led, lifi dipastikan bisa menciptakan koneksi antar-perangkat rumahan, mengingat teknologi ini diusung buat era IOT (internet of things).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here