maxres
maxres

Banyak perdebatan muncul tentang dampak otomatisasi terhadap lapangan pekerjaan di AS. Robot-robot dinilai telah menggantikan jutaan buruh manufaktur, serta otomatisasi itu pun semakin murah, canggih dan  lebih umum  pada sektor-sektor jasa yg lebih besar .

Bidang yang terjamah proses itu mulai dari transportasi hingga perbankan dan  mempunyai lebih banyak pekerjaan dibandingkan pada pabrik-pabrik.

Wartawan VOA Jim Randle melaporkan, seorang ahli berkata puluhan juta pekerjaan bisa terancam akibat keberadaan robot. sementara yang lain mengatakan gambarannya lebih rumit, dan  tak seburuk itu.

Lima juta pekerjaan manufaktur di AS hilang dalam beberapa tahun ini. Walaupun sebagian politisi menyalahkan perdagangan, banyak ekonom mengatakan otomatisasi adalah penyebab utama karena robot-robot mengambil alih banyak tugas rutin yg sebelumnya dilakukan manusia buat memperoleh upah lebih dari rata-rata.

Kendaraan beroda empat serta truk swa-kemudi menunjukkan semakin meningkatnya dampak otomatisasi dalam sektor jasa yg jauh lebih besar . Jutaan pekerjaan insan terancam, menurut seorang pakar pada Fakultas bisnis Darden di Universitas Virginia, Profesor Ed Hess.

“Ya, manusia mulai tergantikan, dan  itu akan terus terjadi dalam jumlah lebih besar  karena kita masih dalam tahap awal otomatisasi sektor jasa, serta itu akan meluas dan  mendalam,” ujar Hess seperti dikutip asal VOA News, Selasa (18/04).

Hess mengatakan pekerjaan di restoran cepat saji sangat rentan, sebab perusahaan-perusahaan mendirikan kios-kios elektronika untuk mengambil pesanan restoran, meskipun McDonalds berkata para pekerja akan dialihkan ke tugas-tugas lain.

Hess berkata, riset menunjukkan hampir separuh pekerjaan di AS bisa diotomatisasi, termasuk pekerjaan ditoko-toko ritel, dokter yang memindai penyakit lewat x-ray, dan  administrasi, bidang aturan, serta pekerjaan manajemen taraf menengah.

Perbankan menawarkan perubahan otomatisasi, namun tidak serta-merta mengakhiri pekerjaan manusia.

Anjungan Tunai mandiri atau ATM pertama dipasang 50 tahun lalu dan  bertambah menjadi 420.000 di AS saja. namun sebuah analisis oleh Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan bahwa jumlah petugas teller manusia tidak berkurang. Bahkan naik sedikit.

“aku  rasa sebab manusia yang umumnya menjalankan sebagian besar  tugas-tugas jasa serta rutin bisa diganti menggunakan otomatisasi, maka fungsi manusia menjadi lebih berharga pada layanan konsumen dan  penjualan,” ujar Sam Ditzion dari Tremont Capital group melalui Skype.

Ditzion mengatakan otomatisasi bisa menakutkan, akan tetapi perawatan dan  operasi mesin-mesin ATM yg rumit membentuk serangkaian pekerjaan baru bagi puluhan ribu orang.

Banyak pakar khawatir mengenai dampak meningkatnya kemampuan dan  jumlah kendaraan swa-kemudi, kios yg dioperasikan personal komputer , serta berbagai jenis otomatisasi lainnya, termasuk hal lain yg lebih canggih mirip intelijen buatan.

Akan tetapi pada wawancara dengan Mike Allen asal Axios, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin berkata, hal itu tidak perlu dikhawatirkan hingga 50 atau 100 tahun ke depan.

“Terkait kekhawatiran bahwa intelijen buatan akan mengambil alih pekerjaan Amerika, sepertinya kita masih jauh dari itu,” ujar Mnuchin.

Akan tetapi para pakar lain berargumen akibat otomatisasi sang robot udah mulai bermunculan.

sumber : Liputan6

1 KOMENTAR

  1. sebuah kemajuan teknologi yang perlu dibanggakan, namun tetap saja tingkat error robot bisa lebih besar dari manusia, dan yang perlu dipertimbangkan juga adalah rasa toleransi dalam pekerjaan tersebut, sendainya robot masih berhubungan dengan manusia maka, tentu akan banyak pihak yang dirugikan, karena robot tidak kenal lobi-lobi kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here