Kesehatan Otak Latihan Aerobik

Latihan aerobik dapat meningkatkan fungsi memori dan menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Australia baru telah ditemukan.

Dilansir dari sciencedaily (13/11/2017), dalam sebuah kolaborasi internasional pertama, peneliti dari National Institute of Complementary Medicine Australia di Western Sydney University dan Divisi Psikologi dan Kesehatan Mental di University of Manchester di Inggris meneliti efek latihan aerobik di wilayah otak yang disebut hippocampus, yang sangat penting untuk memori dan fungsi otak lainnya.

Kesehatan otak menurun seiring bertambahnya usia, dengan rata-rata otak menyusut sekitar lima persen per dekade setelah usia 40 tahun.

Studi pada tikus dan tikus secara konsisten menunjukkan bahwa latihan fisik meningkatkan ukuran hippocampus namun sampai saat ini bukti pada manusia tidak konsisten.

Para peneliti secara sistematis meninjau 14 uji klinis yang memeriksa pemindaian otak dari 737 orang sebelum dan sesudah program latihan aerobik atau dalam kondisi kontrol.

Peserta termasuk campuran orang dewasa sehat, orang dengan gangguan kognitif ringan seperti Alzheimer dan orang-orang dengan diagnosis klinis penyakit jiwa termasuk depresi dan skizofrenia. Usia berkisar antara 24 sampai 76 tahun dengan usia rata-rata 66.

Para peneliti memeriksa efek latihan aerobik, termasuk bersepeda stasioner, berjalan kaki, dan pekerjaan treadmill. Jangka waktu intervensi berkisar antara tiga sampai 24 bulan dengan rentang 2-5 sesi per minggu.

Secara keseluruhan, hasil – yang dipublikasikan di jurnal NeuroImage – menunjukkan bahwa, sementara olahraga tidak berpengaruh pada volume hippocampal total, hal itu secara signifikan meningkatkan ukuran daerah kiri hippocampus pada manusia.

Penulis utama, rekan penelitian postdoctoral NICM, Joseph Firth mengatakan bahwa penelitian ini memberikan beberapa bukti paling pasti untuk mengetahui manfaat olahraga untuk kesehatan otak.

“Saat Anda berolahraga, Anda menghasilkan zat kimia yang disebut faktor neurotropika yang diturunkan dari otak (BDNF), yang dapat membantu mencegah penurunan usia terkait dengan mengurangi kemunduran otak,” kata Firth.

“Data kami menunjukkan bahwa, daripada benar-benar meningkatkan ukuran hippocampus per se, ‘manfaat utama’ otak adalah karena latihan aerobik memperlambat penurunan ukuran otak. Dengan kata lain, olahraga dapat dilihat sebagai program perawatan untuk otak.”

Mr Firth mengatakan seiring dengan membaiknya penuaan ‘sehat’ secara reguler, hasilnya berimplikasi pada pencegahan gangguan neurodegeneratif terkait penuaan seperti Alzheimer dan demensia – namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan ini.

Menariknya, latihan fisik adalah salah satu dari sedikit metode ‘terbukti’ untuk menjaga ukuran otak dan berfungsi di usia yang lebih tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here