Facebook
Facebook via : oketekno

Sumber berita : detik

Teknohot, Selama bertahun-tahun, sulit bagi Facebook untuk bisa masuk China. Namun berkat sebuah aplikasi baru buatannya, Facebook berhasil menembus ‘tembok’ besar Negeri Tirai Bambu.

Colorful Balloons, demikian nama aplikasi tersebut, berdasarkan deskripsi toko aplikasi China, punya cara kerja dan fungsi yang mirip dengan aplikasi Moments yang juga buatan Facebook.

“Colorful Balloons bisa mengelompokkan foto dan video pengguna berdasarkan lokasi dan karakter, dan membuatkan sebuah album yang mudah dibagi ke teman atau orang terdekat,” demikian deskripsi aplikasi tersebut.

Colorful Ballons memanfaatkan aplikasi WeChat, aplikasi chat populer buatan China. Pengguna aplikasi Colorful Ballons bisa berbagi foto melalui kode QR, yang merupakan cara yang sudah umum dikenal di Negeri Panda tersebut.

Dikutip dari The New York Times, Senin (14/8/2017), sumber internal Facebook yang tidak disebutkan namanya menyebutkan pihaknya berupaya ‘menyamar’ melalui Colorfull Balloons.

Raksasa jejaring sosial itu menyebutkan, Colorfull Balloons masuk ke China melalui developer ‘Youge LLC’ yang tercantum sebagai kreatornya. Jadi, aplikasi tersebut terdaftar di pusat aplikasi China dengan nama Youge LLC, bukan Facebook.

Facebook mengakui tertarik dengan pasar China. Namun selama ini perusahaan digital asal Amerika Serikat itu terbentur berbagai kebijakan dan larangan yang sangat ketat di negara tersebut.

“Kami telah lama tertarik dengan pasar China dan menghabiskan waktu untuk memahami dan belajar lebih banyak tentang negara ini dengan cara yang berbeda,” sebut juru bicara Facebook.

“Fokus Facebook saat ini adalah membantu bisnis dan developer di China untuk mengembangkan pasar baru di luar China dengan menggunakan platform iklan Facebook,” tambahnya.

Facebook bukan satu-satunya aplikasi yang bersusah payah untuk bisa masuk pasar China. Raksasa teknologi lain seperti Google dan sejumlah aplikasi dan layanan lainnya sulit menembus China karena negara ini memang dikenal ketat, karena pemerintahnya ingin mengoptimalkan aplikasi dan layanan buatan lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here