Teknohot.com Equifax, badan pelapor kredit konsumen, memberitahukan bahwa informasi dari 143 juta pelanggannya sudah bocor saat Equifax Dibobol.

Sekelompok penyerang siber dikabarkan sukses mengeksploitasi celah di website Equifax untuk mencuri nama, nomor garansi sosial, tanggal lahir, alamat dan dalam sejumlah kasus tertentu, nomor SIM. Di samping itu, infomasi kartu kredit dari 209 ribu orang dan dokumen pengadilan dari 182 ribu orang juga sukses diakses semua penyerang.

Engadget menjelaskan, serangan ini adalah Equifax Dibobol merupakan salah satu serangan siber terbesar yang pernah terjadi, menilik jumlah korban serangan ini menjangkau sekitar 44 persen dari total warga di AS. Selain penduduk AS, ada sebanyak warga Inggris dan Kanada yang datanya tercuri.

Equifax menuliskan, serangan ini terjadi dari pertengahan bulan Mei sampai 29 Juli, saat serangan terdeteksi. Untuk menanggulangi masalah ini, Equifax telah menciptakan situs untuk memonitor kredit dan perlindungan atas penculikan identitas secara cuma-cuma untuk seluruh masyarakat AS.

Jumlah korban digabung dengan banyak informasi yang bocor dalam serangan ini menjadikannya sebagai serangan terbesar yang pernah terjadi sejumlah tahun belakangan. Sebelum ini, Yahoo memang pernah diretas dan menciptakan informasi dari lebih dari 1 miliar pemakainya bocor. Namun, Yahoo tidak memegang informasi nomor garansi sosial atau nomor SIM.

Memang, serangan siber sekarang makin sering terjadi. Meskipun begitu, sebab dalam serangan kali ini jaminan sosial lebih dari 100 juta orang pun bocor, termasuk memunculkan risiko permasalahan pencurian identitas. Equifax berkata, mereka tengah berkolaborasi dengan perusahaan keamanan siber mandiri dan pihak berwajib guntuk melakukan penyelidikan kasus ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here