Teknohot – Elon Musk telah mengungkapkan proposal untuk salah satu proyeknya yang paling ambisius sampai saat ini, penerbangan roket antar benua (Elon Musk mengusulkan London ke New York dalam waktu singkat) untuk penumpang yang akan memakan waktu kurang dari setengah jam.

Pengusaha miliarder tersebut mengatakan bahwa pesawat ruang angkasa BFR yang diresmikan oleh perusahaannya SpaceX akan dapat terbang ke tempat yang ada di bumi dalam waktu kurang dari 30 menit dan di manapun dalam waktu kurang dari satu jam, dengan biaya kira-kira setara dengan penerbangan ekonomi dengan jet penumpang.

Roket yang dapat digunakan kembali tampaknya memiliki kecepatan maksimum 27.000 km per jam (16.777 mph), memungkinkan penerbangan ribuan mil hanya dalam waktu singkat.

BFR (yang merupakan roket besar) adalah pesawat luar angkasa yang baru diperkenalkan yang menurut Musk dapat melakukan perjalanan ke Mars, dan yang akan diluncurkan untuk pertama kalinya pada 2022 sebelum menjelajah planet ini mulai tahun 2024

Namun, dia mengatakan tidak ada alasan mengapa roket tersebut seharusnya tidak bisa melakukan perjalanan ke lokasi yang berbeda di bumi.

“Jika Anda membangun kapal yang bisa pergi ke Mars, bagaimana jika Anda membawa kapal yang sama dan pergi ke tempat lain di bumi, jadi kami melihatnya dan hasilnya cukup menarik,” katanya. Dia kemudian menambahkan bahwa “biaya per kursi harus sama dengan tarif ekonomi di pesawat terbang”.

SpaceX | Perkiraan waktu penerbangan BFR

  • Hong Kong ke Singapura: 22 menit
  • Los Angeles ke New York: 25 menit
  • London ke Dubai: 29 menit
  • London ke New York: 29 menit
  • London ke Hong Kong: 34 menit
  • New York ke Tokyo: 37 menit
  • Sydney ke London: 51 menit

SpaceX mengklaim bahwa mereka akan dapat terbang dari Hong Kong ke Singapura dalam 22 menit, New York ke London dalam 29 menit, dan Sydney ke London dalam 51 menit.

Musk yang juga rupanya menemukan cara untuk menjalankan mobil listrik Tesla, mengembangkan antarmuka komputer brain, membangun kereta api berkecepatan tinggi bawah tanah, mengatakan pesawat tersebut mampu menampung sekitar 100 orang.

Sebuah video animasi yang dirilis oleh SpaceX menunjukkan memulai roket dengan membawa kapal ke landasan peluncuran yang mengambang. Begitu di orbit spacecraft akan terbelah dari pendorongnya dan mendarat secara vertikal di sebuah launchpad di kota lain. Dengan menggunakan kembali roket, Musk berencana untuk secara dramatis menurunkan biaya perjalanan.

Musk mengatakan BFR akan dapat menggantikan jajaran roket SpaceX yang sekarang ada, yang saat ini digunakan untuk misi seperti perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here