Polisi Internet Indonesia Bernama Cyber Drone 9

P

Anda mungkin mengira bahwa ‘Cyber Drone 9’ adalah sebuah pesawat terbang nirawak yang melakukan pemantauan atau surveillance. Padahal itu sangatlah berbeda.

Dikutip dari viva.co.id, Cyber Drone 9 adalah sistem baru milik Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pengganti sistem pemblokiran konten internet negatif yang telah ada sebelumnya, Trust+, yang secara de facto dibubarkan.

Cyber Drone 9 terdiri dari dua ruang utama, Security Operations Center (SOC Room) dan War Room. Untuk SOC Room adalah ‘dapur’ dari segala aktivitas pemantauan dan pengendalian terhadap konten negatif.

Tim yang terdiri dari 58 anggota ini bekerja tiga shift selama 24 jam. Sedangkan, War Room, yaitu ruang rapat sekaligus untuk mengambil keputusan, di mana hasil kerja cyber drone ini akan diverifikasi ulang oleh tim secara hati-hati.

Keberadaan polisi internet ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya dasar hukumnya di Pasal 2 dan Pasal 40 ayat (2).

Dikutip dari Kompas, Selama ini, tim Trust Positif yang menangani laporan masyarakat tentang konten-konten negatif di ranah maya. Kendati begitu, prosedur dan mekanisme dari Trust+ tetap dipertahankan, bahkan dikembangkan lebih lanjut ke tempat dan sistem anyar yang dinamai “Cyber Drone 9” (CD9).

Info lainnya, Cyber Drone 9 adalah nama ruangan di lantai 8 Gedung Kominfo, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat yang berisi mesin-mesin pengais konten negatif. Tak hanya berperan pasif menerima laporan masyarakat, tim CD9 juga aktif mencari konten negatif dengan memanfaatkan mesin khusus bernama “Ais”.

Intinya, Trust+ dibubarkan untuk berintegrasi dengan CD9. Konten negatif internet masih bisa dilaporkan masyarakat melalui situs aduankonten.id yang ditangani tim CD9. Paralel dengan itu, tim CD9 terus mengais konten negatif dengan mesin Ais.

Cara kerja Mesin Ais di CD9

Dengan memasukkan kata kunci tertentu, Ais hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk menemukan situs dan akun media sosial penyebar konten negatif. Potensi viral-nya konten negatif tersebut juga bisa teridentifikasi.

Namun, masyarakat tak perlu khawatir soal privasi atau kemungkinan internet di Indonesia bakal penuh sensor. Ia menjamin tim CD9 tak akan digunakan pemerintah untuk mengawasi semua pengguna internet dan media sosial.

Informasi dari detik.com, Mesin sensor ini merupakan tender yang digelar oleh Kominfo dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar. Pemenang dari tender ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

AIS sudah mulai beroperasi sejak 3 Januari 2018.

Add comment

Pos-pos Terbaru

Categories